Kimia organik adalah studi ilmiah mengenai struktur, sifat,
komposisi, reaksi, dan sintesis senyawa organik. Senyawa organik dibangun oleh
karbon dan hidrogen, dan dapat mengandung unsur-unsur lain seperti nitrogen,
oksigen, fosfor, dan belerang. Senyawa organik adalah senyawa kimia yang
molekulnya mengandung karbon, kecuali karbida, karbonat, dan oksida karbon.
Dalam kimia organik,
banyak reaksi yang dapat terjadi yang melibatkan ikatan
kovalen
di antara atom karbon dan heteroatom lainnya seperti oksigen, nitrogen, atau atom-atom halogen lainnya. Suatu reaksi terjadi karena satu molekul atau
lebih Memiliki energi yang cukup (energi aktivasi) untuk memutuskan Ikatan.
Di sini akan
dijelaskan secara ringkas berbagai macam reaksi senyawa organic yaitu reaksi
oksidasi, reaksi reduksi, reaksi ozonolisis dan reaksi halogenasi. Berikut
penjelasan untuk masing-masing reaksi.
1. Reaksi
oksidasi-reduksi (redoks)
a.
Reaksi Redoks ditinjau dari penggabungan dan pelepasan oksigen.
Oksidasi: Reaksi yang
melibatkan pengikatan oksigen pada suatu zat baik unsur maupun senyawaPerkaratan besi
4Fe(s) + 3O2(g) 2Fe2O3(s)
C6H12(ag) + 6O2(g) 6CO2(g) + 2H2O
CH4(g) + 2O(g) CO2(g) + 2H2O(l)
Oksidator adalah sumber oksigen pada reaksi oksidasi, jadi pada contoh reaksi diatas, oksidator adalah udara (O2)
Contoh:
Fe2O3(s) + 3CO(s) 2Fe(s) + 3CO2(g)
cuo(s) + H2(g) Cu(s) + H2O(g)
Reduktor adalah zat yang menarik oksigen pada reaksi reduksi, dari contoh diatas yang merupakan oksidator adalah CO dan H2.
b.
Reaksi oksidasi reduksi ditinjau dari serah terima elektron
Oksidasi: reaksi pelepasan
elektron untuk ditangkap oleh zat lain.Reduksi: Reaksi dimana salah satu zat menangkap elektron yang dilepas zat lain.
Untuk lebih jelasnya, simak contoh berikut:
-Reaksi antara Na dan Cl
dalam hal ini Na melepaskan 1 elektron kemudian diterima Cl
2Na + Cl2 2nacl
c.
Reaksi oksidasi reduksi ditinjau dari perubahan bilangan oksidasi.
Bilangan Oksidasi(b.o ) dari
suatu atom unsur adalah besarnya muatan yang diemban oleh suatu atom unsur itu,
jika semua elektron ikatan didistribusikan kepada unsur yang elbih
elektronegatif.Oksidasi: reaksi yang terjadinya kenaikan bilangan oksidasi.
Reduksi: Reaksi yang mengalami penurunan bilangan oksidasi.
-Atom unsur dengan keelektro negatifan yang lebih kecil akan mempunyai bilangan oksidasi positif
-Atom unsur dengan keelektronegatifan yang lebih besar akan mempunyai bilangan oksidasi negatif
Na + Cl Na+ + Cl-
0 0 +1 -1
reduksi oksidasi
Contoh
reaksi redoks adalah:
2 S2O2−3(aq)
+ I2(aq) → S4O2−6(aq)
+ 2 I−(aq)
22. Reaksi ozonolisis
Oksidasi
oleh ozon atau yang dikenal dengan ozonolisis merupakan salah satu jenis reaksi
yang dapat terjadi pada alkena dan alkuna. Reaksi alkena dengan ozon akan
menghasilkan aldehida atau keton. Alkuna akan mengalami reaski ozonolisis dengan menghasilkan
diketon yang akan segera dioksidasi lebih lanjut membentuk asam. Ozonalis yaitu
hasil bersih dari reaksi pemecahan ikatan rangkap alkena C=C dan pembentukan
dua ikatan rangkap C=O (gugus karbonil), masing-masing satu pada setiap karbon
dari ikatan rangkap sebelumnya. Ozonolisis dapat digunakan untuk mencari posisi
ikatan rangkap
33. Reaksi
Halogenasi
Reaksi Halogenasi adalah prosesnya yaitu pemasukan halogen ke
dalam senyawa organik
R-H + Cl2 → R-Cl + hcl
(R = Gugus alkil)
Alkana dapat bereaksi dengan halogen dalam pengaruh panas atau pengaruh sinar UV.
R-H + Cl2 → R-Cl + hcl
(R = Gugus alkil)
Alkana dapat bereaksi dengan halogen dalam pengaruh panas atau pengaruh sinar UV.
Reaksi
dari alkana dengan unsur-unsur halogen disebut reaksi halogenasi. Reaksi ini akan menghasilkan senyawa alkil halida,
dimana atom hidrogen dari alkana akan disubstitusi oleh halogen sehingga reaksi
ini bisa disebut reaksi substitusi.
Halogenasi
biasanya menggunakan klor dan brom sehingga disebut juga klorinasi dan brominasi. Halongen lain seperti fluor bereaksi secara eksplosif
dengan senyawa organik sedangkan iodium tak cukup reaktif untuk dapat bereaksi
dengan alkana.
Laju
pergantian atom H sebagai berikut H3 > H2 > H1. Kereaktifan halogen dalam
mensubtitusi H yakni fluorin > klorin > brom > iodin.
Contoh:
Persamaan reaksi:
Mekanisme reaksi:
a. Tahap Inisiasi
merupakan
tahap unsur halogen (F, Cl, Br, I) membentuk radikal-radikal.
b. Tahap Propagasi
merupakan
tahap penyerangan radikal terhadap suatu molekul.
Contoh
:
c. Tahap Terminasi
merupakan
tahap terakhir dalam reaksi halogenasi (brominasi) dan terjadi penggabungan
radikal-radikal pada tahap sebelumnya menjadi netral.
Pertanyaan: Mengapa reaksi ozonolisis hanya terjadi pada senyawa alkena dan alkuna atau yang memiliki ikatan rangkap sedangkan alkana tidak?

Reaksi ozonolisis merupakan reaksi oksidasi ikatan rangkap oleh ozon. Dilain hal, reaksi inidigunakan untuk menentukan tempat ikatan rangkap pada senyawa yang belum diketahui. Reaksi alkena dengan ozon akan menghasilkan aldehida atau
BalasHapusketon. Contoh :
H2C= CH2 + O3 2HC=OH
berdasarkan penjelasan diatas pada alkana tidak terjadi ozonolisis karena alkana tidak memiliki ikatan rangkap sehingga tidak dapat diputus ikatannya dengan ozonolisis.
Reaksi ozonolisis merupakan reaksi oksidasi ikatan rangkap oleh ozon. Dilain hal, reaksi inidigunakan untuk menentukan tempat ikatan rangkap pada senyawa yang belum diketahui. Reaksi alkena dengan ozon akan menghasilkan aldehida atau
BalasHapusketon.
Dari kesimpulan diatas dapat kita simpulkan bahwa dalam alkana tidak ada terjadi reaksi ozonolisis karena alkana tidak ikatan rangkap. Sedangkan alkena dan alkuna merupakan ikatan rangkap .
Karna àlkana memiliki ikatan rangkap sehingga ikatan tersebut tidak dapat diputuskan ikatanya dengan ozonolisis. Ozonolisis ini merupakan reaksi oksidasi ikatan rangkap oleh ozon. Dilain hal reaksi ini digunakan untuk menentukan tempat ikatan rangkap pada senyawa yang belum di ketahui.. reaksi alkena pada ozon akan menghasilkan aldehida dan keton
BalasHapusMaaf saudari rina dikomentar saya diatasterjadi sedikit kesalahan maksud saya alkana tidak memiliki ikatan rangkap :)
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusOzonolisis adalah proses dimana ozon (O3) bereaksi dengan alkena (olefin) untuk memecahkan ikatan ganda dan membentuk dua kelompok karbonil.Reaksi pertama, alkena direaksikan dengan gas ozon (O3) menghasilkan ozonida. ikatan rangkap alkena C=C dan pembentukan dua ikatan rangkap C=O (gugus karbonil), masing-masing satu pada setiap karbon dari ikatan rangkap sebelumnya. Dilain hal, reaksi ini digunakan untuk menentukan tempat ikatan rangkap pada senyawa yang belum diketahui. Reaksi alkena dengan ozon akan menghasilkan aldehida atau
BalasHapusketon. Contoh :
H2C= CH2 + O3 à 2HC=OH
sementara itu Alkuna akan mengalami reaski ozonolisis dengan menghasilkan diketon yang akan segera dioksidasi lebih lanjut membentuk asam.